Keliru Arah

Didepan  cermin sabtu pagi
Kuajak siluetku berbicara
Sudah berapa jauh
Kau menikmati lara
Sesekali berteduh tak apa
Asal cukup jauh dari mabuk



Dan lalu, kau siapa?
Beraninya menapak di serambiku
Melipir seenaknya untuk bernaung
Berlagak bak pondasi
Mengajakku menyusuri selasar berfigura
Mencoba membangunkanku
Tahu kalau aku tak sendiri

Tak perlu dirayu untuk bicara
Apalagi mengiringi tawaku
Entahlah ini pertanda apa
Payah, kekaguman keliru arah

Comments

Popular Posts